<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5825996907711647616</id><updated>2012-02-16T09:48:54.384-08:00</updated><title type='text'>KEINDAHAN DALAM SEGALANYA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>"nice to feel"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07826011631198532611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R1-vV_k65BI/AAAAAAAAACs/IXX3W8BG7E0/S220/nice+to+feel.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5825996907711647616.post-2454886378242543135</id><published>2007-12-18T23:05:00.001-08:00</published><updated>2007-12-18T23:13:17.249-08:00</updated><title type='text'>Meneriaki Pohon</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R2jDRTX0XsI/AAAAAAAAADU/aE6YRZMQ02I/s1600-h/tree+bw.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R2jDRTX0XsI/AAAAAAAAADU/aE6YRZMQ02I/s200/tree+bw.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145577276296158914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal disekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak. Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki  itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego banget sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan? Ayo, jangan main-main disini. Berisik ! Bising !? Atau, pernahkah Anda berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka membuat Anda jengkel ? Kenapa sih makan aja berceceran Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar ? Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati?Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak!Iii!Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa ! Aduh. Perempuan kampungan banget sih !? Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya? E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter? Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal, ?E tahu ngak ? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Ada banyak yang bisa gantiin kamu? Sial Kerja gini nggak becus? Ngapain gue gaji elu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah  untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ? Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Mudah menjelaskannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Pada realitanya, meskipun secarafisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan Anda, selalulah berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:monospace;font-size:100%;"  &gt;Sumber: N/A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5825996907711647616-2454886378242543135?l=kemilaufajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/feeds/2454886378242543135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5825996907711647616&amp;postID=2454886378242543135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/2454886378242543135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/2454886378242543135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/2007/12/kali-ini-saya-ingin-bercerita-tentang.html' title='Meneriaki Pohon'/><author><name>"nice to feel"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07826011631198532611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R1-vV_k65BI/AAAAAAAAACs/IXX3W8BG7E0/S220/nice+to+feel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R2jDRTX0XsI/AAAAAAAAADU/aE6YRZMQ02I/s72-c/tree+bw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5825996907711647616.post-521353796168853555</id><published>2007-12-18T22:34:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T23:11:19.229-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5825996907711647616-521353796168853555?l=kemilaufajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/feeds/521353796168853555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5825996907711647616&amp;postID=521353796168853555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/521353796168853555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/521353796168853555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/2007/12/meneriaki-pohon.html' title=''/><author><name>"nice to feel"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07826011631198532611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R1-vV_k65BI/AAAAAAAAACs/IXX3W8BG7E0/S220/nice+to+feel.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5825996907711647616.post-5353439710071631656</id><published>2007-12-11T04:45:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T05:21:02.765-08:00</updated><title type='text'>Jangan Jadi Gelas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16L5fk649I/AAAAAAAAAB0/Hqr74C_TSQA/s1600-h/gelas+resize.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16L5fk649I/AAAAAAAAAB0/Hqr74C_TSQA/s200/gelas+resize.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142701644348842962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.&lt;/span&gt;&lt;o style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; "Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda.&lt;o&gt;&lt;/o&gt; Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.&lt;o&gt;&lt;/o&gt; Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.&lt;o&gt;&lt;/o&gt; "Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.&lt;o&gt;&lt;/o&gt; "Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.&lt;o&gt;&lt;/o&gt; "Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.&lt;o&gt;&lt;/o&gt; Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.&lt;o&gt; &lt;/o&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.&lt;o&gt;&lt;/o&gt; Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"&lt;o&gt;&lt;/o&gt; "Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;Si murid terdiam, mendengarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:red;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5825996907711647616-5353439710071631656?l=kemilaufajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/feeds/5353439710071631656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5825996907711647616&amp;postID=5353439710071631656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/5353439710071631656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/5353439710071631656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/2007/12/jangan-jadi-gelas.html' title='Jangan Jadi Gelas'/><author><name>"nice to feel"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07826011631198532611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R1-vV_k65BI/AAAAAAAAACs/IXX3W8BG7E0/S220/nice+to+feel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16L5fk649I/AAAAAAAAAB0/Hqr74C_TSQA/s72-c/gelas+resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5825996907711647616.post-2712288626619520489</id><published>2007-12-11T04:29:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T05:09:50.214-08:00</updated><title type='text'>Who says Love and Friendship cannot be defined in one single action?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16DJ_k644I/AAAAAAAAABM/7iI51cNXd64/s1600-h/love+n+friendship+resize.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16DJ_k644I/AAAAAAAAABM/7iI51cNXd64/s320/love+n+friendship+resize.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142692032212034434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Banyak yang beranggapan bahwa kita harus mengorbankan salah satu, antara cinta atau persahabatan? Coba kita renungkan lagi....&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Makhluk-makhluk mungil nan lucu ini mengajarkan kita sesuatu bukan?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Maybe it's about time to contemplate now...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5825996907711647616-2712288626619520489?l=kemilaufajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/feeds/2712288626619520489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5825996907711647616&amp;postID=2712288626619520489' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/2712288626619520489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/2712288626619520489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/2007/12/who-says-love-and-friendship-cannot-be.html' title='Who says Love and Friendship cannot be defined in one single action?'/><author><name>"nice to feel"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07826011631198532611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R1-vV_k65BI/AAAAAAAAACs/IXX3W8BG7E0/S220/nice+to+feel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16DJ_k644I/AAAAAAAAABM/7iI51cNXd64/s72-c/love+n+friendship+resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5825996907711647616.post-314714045946592888</id><published>2007-12-11T04:13:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T05:10:46.298-08:00</updated><title type='text'>BAJU-BAJU YANG MENIPU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16MR_k64-I/AAAAAAAAAB8/Ge4xBT1jGUg/s1600-h/Evening_Dress+resize.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16MR_k64-I/AAAAAAAAAB8/Ge4xBT1jGUg/s200/Evening_Dress+resize.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142702065255637986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut. "Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris  cepat. "Kami akan menunggu," jawab sang Wanita. Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut Akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang Mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setahun yang lalu, dia  meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkan?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap. Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan." "Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard." Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang  Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?" Suaminya mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, seperti pimpinan Harvard itu, seringkali silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus,&lt;br /&gt;apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, seringkali menipu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5825996907711647616-314714045946592888?l=kemilaufajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/feeds/314714045946592888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5825996907711647616&amp;postID=314714045946592888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/314714045946592888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/314714045946592888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/2007/12/baju-baju-yang-menipu.html' title='BAJU-BAJU YANG MENIPU'/><author><name>"nice to feel"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07826011631198532611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R1-vV_k65BI/AAAAAAAAACs/IXX3W8BG7E0/S220/nice+to+feel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16MR_k64-I/AAAAAAAAAB8/Ge4xBT1jGUg/s72-c/Evening_Dress+resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5825996907711647616.post-590091866351096045</id><published>2007-12-11T04:06:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T05:07:50.706-08:00</updated><title type='text'>FAMILY: (F)ather (A)nd (M)other (I) (L)ove (Y)ou</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16Ljfk648I/AAAAAAAAABs/WLIqUmlMZT8/s1600-h/BlueFlower_320.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16Ljfk648I/AAAAAAAAABs/WLIqUmlMZT8/s200/BlueFlower_320.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142701266391720898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. "Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata, "Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda." Orang tidak dikenal itu, juga saya,berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. "Minggir," kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus &lt;span style=""&gt;Tuhan&lt;/span&gt; berbicara padaku, "Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu."  Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya&lt;br /&gt;pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, &lt;i&gt;"Bangun, nak, bangun&lt;/i&gt;," kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia tersenyum, " Aku menemukannya jatuh dari pohon. "&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru."&lt;span style=""&gt;Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu."  Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru."  &lt;/span&gt;Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan&lt;br /&gt;selama sisa hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari : HARSH WORDS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;                &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5825996907711647616-590091866351096045?l=kemilaufajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/feeds/590091866351096045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5825996907711647616&amp;postID=590091866351096045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/590091866351096045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/590091866351096045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/2007/12/family-father-and-mother-i-love-you.html' title='FAMILY: (F)ather (A)nd (M)other (I) (L)ove (Y)ou'/><author><name>"nice to feel"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07826011631198532611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R1-vV_k65BI/AAAAAAAAACs/IXX3W8BG7E0/S220/nice+to+feel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R16Ljfk648I/AAAAAAAAABs/WLIqUmlMZT8/s72-c/BlueFlower_320.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5825996907711647616.post-4058071424246882403</id><published>2007-12-11T04:03:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T04:04:05.284-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5825996907711647616-4058071424246882403?l=kemilaufajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/feeds/4058071424246882403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5825996907711647616&amp;postID=4058071424246882403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/4058071424246882403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5825996907711647616/posts/default/4058071424246882403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kemilaufajar.blogspot.com/2007/12/blog-post.html' title=''/><author><name>"nice to feel"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07826011631198532611</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_z-wmCcnX0zU/R1-vV_k65BI/AAAAAAAAACs/IXX3W8BG7E0/S220/nice+to+feel.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
